badan pusat statistik menyatakan industri kertas dan barang dari kertas di Provinsi Riau mengalami pertumbuhan signifikan 6,14 persen selama 2012 dibanding 2011, di tengah banyaknya hambatan investasi di daerah dan kampanye negatif pihak asing.
"industri kertas masih bisa tumbuh positif dan cukup tinggi di Riau, yang menunjukkan industri ini sangat potensial untuk menopang perekonomian Riau dan nasional," kata Kepala badan pusat statistik (BPS) Provinsi Riau, Mawardi Arsyad, di Pekanbaru, Senin.
Pertumbuhan industri kertas sangat erat kaitannya dengan terus membaiknya kinerja industri kehutanan dan bubur kertas di Riau yang ditopang oleh dua perusahaan raksasa, yakni PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Indah Kiat Pulp and Paper.
Menurut Mawardi, pertumbuhan industri kertas berada pada peringkat ke dua terbesar pada 2012 di Riau. Pertumbuhan industri kertas melebihi pertumbuhan industri makanan yang mencapai 4,49 persen. Sedangkan, industri karet dan barang dari karet dan plastik tercatat mencapai pertumbuhan produksi tertinggi, yakni 9,79 persen.
Sementara itu, kondisi sebaliknya terjadi pada industri kayu, barang dari kayu dan gabus serta barang dari anyaman dari bambu dan rotan. Industri tersebut pada tahun lalu tumbuh negatif -4,11 persen.
Pertumbuhan industri kertas turut mendorong pertumbuhan total industri manufaktur besar dan sedang di Riau pada 2012 yang mencapai 8,16 persen. Jumlah tersebut bahkan melebihi pertumbuhan pada tingkat nasional yang mencapai 4,12 persen.
"Pertumbuhan total produksi industi manufaktur besar dan sedang di Riau menunjukan pertumbuhan yang lebih baik dibanding pertumbuhan secara nasional," kata Mawardi.
Sementara itu, Presiden Direktur PT RAPP Kusnan Rahmin mengatakan industri kertas dan bubur kertas merupakan sektor yang tumbuh dan berkembang sangat pesat di Asia. Khususnya, untuk Indonesia dikarenakan memiliki keunggulan komparatif seperti masa tanam hanya 5-6 tahun, yang lebih cepat dibandingkan negara-negara di Amerika dan Eropa yang mencapai 20-25 tahun.
Selain itu, letak geografis Indonesia lebih dekat dengan China yang menjadi pasar ekspor potensial sehingga hanya butuh 7-10 hari pengiriman, dibandingkan dari Eropa dan Amerika yang butuh 30-60 hari masa pengiriman.
"Target ekspor bubur kertas RAPP tahun ini masih akan sama dengan tahun lalu yang mencapai dua juta ton, sedangkan ekspor produk turunannya sekitar 800 ribu ton," kata Kusnan.
Menurut dia, industri kertas di Indonesia masih bisa terus berkembang asalkan pemerintah melakukan perbaikan yang mendorong investasi seperti pembenahan infrastruktur dan regulasi untuk kepastikan hukum.
"Perlu juga dukungan pemerintah dalam menghadapi kampanye negatif terkait isu lingkungan hasil produksi hutan Indonesia, serta untuk perluasan areal hutan tanaman industri," katanya. (ant/as/img:google)
Monday, 4 February 2013
Industri Kertas di Riau Tumbuh Signifikan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment