Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan, kenaikan tarif dasar listrik akan mempengaruhi kenaikan harga di sektor properti karena banyak bahan baku perumahan yang produksinya tergantung kepada listrik.
"Kenaikan harga rumah menunggu kepastian naiknya tarif dasar listrik," kata Setyo Maharso dalam pembukaan BTN Property Expo 2013 di Jakarta, Sabtu.
Menurut Setyo, kenaikan harga tarif dasar listrik berdampak kepada kenaikan harga properti antara lain karena banyak industri seperti pembuatan keramik dan genteng yang proses produksinya juga bergantung kepada aliran listrik.
Sementara itu, Deputi Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat Sri Hartoyo mengatakan, pihaknya telah membahas terkait pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terkait Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk masyarakat yang bekerja di sektor informal.
"Kami sedang membahas dengan pihak bank yaitu BTN dan asuransi yaitu Askrindo (Asosiasi Kredit Indonesia)," katanya.
Ia mengemukakan, skim untuk KPR FLPP terkait sektor informal diharapkan telah dapat dioperasionalkan pada tahun 2013 ini.
Sedangkan Dirut BTN Maryono mengatakan, pihaknya memang menyatakan ketertarikannya dengan prosedur terobosan terkait KPR FLPP untuk sektor informal karenanya BTN sedang mengkaji mekanisme untuk melihat visibilitas kemampuan seseorang dalam membayar kredit seperti melihat "cash-flow" rekening orang tersebut.
Selain itu, ujar dia, pihaknya juga sedang melakukan pengkajian terkait dengan penjaminan yang dapat ditanggulangi dengan pihak asuransi.
Sebelumnya, pemerintah memastikan kenaikan harga TDL sebesar 15 persen untuk pengguna listrik di atas 900 watt per 1 Januari 2013.
Pemerintah akhirnya menetapkan mekanisme kenaikan per tiga bulan dengan besaran 4,3 persen tiap kali kenaikan. Skema itu diambil dari tiga opsi kenaikan TDL, yakni naik langsung 15 persen, naik tiap bulan, atau naik pertiga bulan.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, langkah itu merupakan bentuk subsidi silang yang dilakukan untuk masyarakat kelas bawah yang banyak menggunakan listrik dengan daya 450 watt dan 900 watt.
Sementara itu, sektor industri memiliki strata kenaikan yang berbeda. Misalnya, kenaikan tarif listrik pada industri garmen yang tidak terlalu tinggi, sedangkan industri hiburan dan spa akan menghadapi kenaikan yang cukup signifikan.(ant/rd)
No comments:
Post a Comment