Seorang pasien kanker di uji klinis di Mayo Clinic kini telah diizinkan pulang setelah dirawat dengan dosis tinggi cacar air" href="http://www.ciputranews.com/kesehatan">vaksin cacar air.
Stacy Erholtz berpeluang kecil untuk bertahan dari serangan kanker darah saat ia ke Mayo Juni lalu untuk menjalani perawatan eksperimental. Para dokter kemudian memberikan suntikan intravena dengan 100 miliar unit virus cacar air yang cukup untuk menginokulasi 10 juta orang.
Tindakan itu membuat Erholtz yang berusia 50 tahun itu lebih baik kondisinya. Para dokter menemukan kanker benar-benar hilang dari badannya dan ia telah diizinkan pulang.
"Ini sungguh mencengangkan,"ujar Dr. Stephen Russell, profesor di bidang medis molekular dan mengepalai eksperimen di Mayo. "Kami tahu dalam waktu lama bahwa kami bisa memberikan visu secara intravena dan menghancurkan kanker metastatik di badan tikus percobaan laboratorium. Tak seorang pun yang menunjukkan bahwa Anda bisa melakukan itu pada pasien manusia sebelumnya."
Ini bukan hal yang baru bagi ilmuwan. Mereka sudah mengetahui sebelumnya sejak beberapa dekade lalu bahwa sejumlah virus memiliki khasiat anti kanker. Saat virus mengikat tumor, ia menggunakan tumor sebagai inang bagi penggandaan material genetiknya. (upi/ap)
No comments:
Post a Comment