Sementara belum ada vaksin dan obatnya, maka ada baiknya melakukan pencegahan sedini mungkin agar terhidar dari infeksi virus korona yang menyebabkan MERS-CoV.
Khususnya bagi mereka yang suka melakukan perjalanan ke Arab Saudi atau daerah Timur Tengah lainnya, apakah itu itu untuk beribadah, wisata rohani, bekerja atau belajar sebaiknya mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar tidak terkena atau membawa pulang penyakit ini.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan sejumlah tips-tips yang harus Anda perhatikan sebelum memutuskan berangkat ke Timur Tengah.
Ketua Umum IDI, Zainal Abidin di Kantor IDI, Kamis (8/5/2014), membacakan sejumlah tips ini.
Sebelum melakukan perjalanan
Melakukan pemeriksaan kesehatan, seperti:
- Melakukan vaksinasi yang dianjurkan
- Tidak dianjurkan berangkat bila telah dalam kondisi sakit sebelum berangkat atau mempunyai penyakit kronis yang tidak terkontrol, misalnya penyakit kardiopulmonal dan sistem kekebalan tubuh.
Rekomendasi Kementerian Kesehatan Arab Saudi : Pengunduran pelaksanaan haji/umrah tahun ini bagi:
• Orang tua (diatas usia 65 thn)
• Jamaah dgn penyakit kronis (mis: penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit saluran pernafasan, diabetes)
• Jamaah dgn defisiensi kekebalan tubuh
• Jamaah dgn keganasan, kanker
• Jamaah dgn penyakit-penyakit terminal
• wanita hamil & anak-anak (usia di bawah 12 thn)
Selama perjalanan dan saat di negara tujuan
- Melakukan langkah-langkah umum untuk mencegah penularan semua penyakit pernafasan, seperti:
a.Hindari kontak dekat jika mungkin dengan siapa saja yang menunjukkan gejala ( batuk dan bersin ) .
b.Menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin
- Menjaga baik KEBERSIHAN tangan :
a.Mencuci tangan sesering mungkin setidaknya 15 sampai 20 detik dengan sabun dan air.
b.Tidak menyentuh mata , hidung , atau mulut ,
- Tinggal di rumah/hotel saat Anda sakit dan melapor pada petugas kesehatan/pimpinan rombongan
a. Menghindari kontak dekat dengan orang lain jika Anda sakit
- Menjaga benda dan permukaan bersih dan didesinfeksi
- Dianjurkan untuk tidak berdekatan dengan unta, tidak minum susu unta mentah atau makanan yg mungkin terkontaminasi.
Bukti menunjukkan bahwa virus mungkin memiliki asal-usul terkait dengan unta, meskipun bukti ini masih diteliti. (bn)
No comments:
Post a Comment