Sunday, 18 May 2014

Tawa Tulus Atau Palsu... Bagaimana Membedakannya?


Setiap orang hampir pernah mengalami kejadian yang tak begitu menyenangkan saat keponakan atau anak tetangga yang masih balita menarik rambut Anda. Meski kdang terasa sakit, namun Anda akan selalu mencoba tertawa atas ulah si bocah.


Ibu dari anak tersebut bisa saja langsung tahu jika tawa Anda palsu dan basa-basi. Ini karena manusia sebenarnya bisa mengenali mana hal yang tulus dan mana yang sifatnya berpura-pura.


Tertawa merupakan sinyal sosial yang sangat penting. Menurut Greg Bryant, pakar bidang komunikasi dari UCLA, dengan tertawa kita mengirimkan pesan pada orang lain kita bisa diajak bekerja sama, berteman, dan kita tidak berbahaya.


"Itu sebabnya primata, manusia, dan juga hewan lain termasuk tikus dan anjing juga tertawa," kata Bryant.


Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa tawa yang tulus mudah dikenali. Namun umumnya para responden dalam penelitiannya lebih gampang mengenali tawa yang palsu.


"Kemampuan manusia untuk mengenali tawa yang tulus dan tawa palsu terletak pada gelombang suara berat, yakni 'haha'. Dua vocal yang berbeda ini membuat tawa, sebagai sistem emosional terdengar tulus," katanya.


Tawa yang palsu tidak selalu buruk. Menurut Bryant tawa jenis ini juga bisa mengomunikasikan keinginan untuk bekerja sama dan terbuka untuk pertemanan. Kemampuan mengenali tawa palsu ternyata juga sudah dikuasai anak berusia 5 atau 6 tahun.(ris)

No comments:

Post a Comment