Sunday, 18 May 2014

DKI Sulit Bangun Puskesmas


Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengaku Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sulit mendapatkan lahan di dalam kota sehingga saat ini Pemprov DKI sangat minim Puskesmas di beberapa wilayah Jakarta. Bahkan, Pemprov DKI Jakarta terpaksa menyewa lahan bangunan untuk dijadikan puskesmas.

"Standarnya kan Pemprov DKI satu kelurahan harus ada satu Puskesmas kelurahan. Sekarang saya tanya sama Anda, cari tanah di Menteng susah enggak? Ya, yang belum ada dan ngontrak ya seperti itu. Terpaksa kita kontrak, Gondangdia susah enggak? Susah. Pinangsia nyari tanah mudah atau tidak? Sangat susah," ujar Dien di RS Tarakan, Jakarta Pusat.

Namun, lanjut Dien, penyewaan tempat tersebut masih sementara sambil menunggu adanya pembebasan lahan di DKI Jakarta. Selain itu, CSR berupa fasos dan fasum juga bisa dijadikan puskesmas apabila tidak digunakan.

"Kalau ada tanah DKI, atau Fasos dan Fasum yang engga kepakai, ya kita pakai. Seperti di Jakarta Utara yang bekas tempat olahraga itu GOR-nya, kita numpang di situ, minta saja tanahnya di situ 400 atau 500 meter, kita jadikan Puskesmas," kata dia.

Menurut Dien, Pemprov DKI sangat sulit mencari lahan untuk puskesmas di Jakarta lantaran sudah padat penduduk. Selain itu, lahan yang dijual warga tidak sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

"Kita tidak bisa membeli lahan yang harganya diatas NJOP, itu melanggar aturan, apalagi mencari tanah yang strategis tidak mudah," jelas dia. (bn)

No comments:

Post a Comment